Asiapoker77

Tempat Bermain Poker Online yang nyaman dan terpercaya...Yuk join di Asiapoker77.com/21

ANGEL POKER ONLINE

Bosan dengan permainan Poker dengan Potongan meja...ayo join hanya di angelpoker.com/21 satu satunya penyedia game poker TANPA POTONGAN MEJA..

BOS POKER ONLINE

Tempat Bermain POKER ONLINE dengan potonga meja paling rendah hanya 2% dan bonus referall 50% seumur hidup..Ayo kapan lg join di bozpoker.com/21

GUDANG POKER ONLINE

Hanya di gudangpk.net/21 yang bagi2 freechip sebesar 10.000 setiap harinya...yuk join hanya di gudangpk.com/21

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, June 23, 2016

Junimart: Saya Tidak Pernah Serang Ahok, Saya Pendukung Ahok

Politisi PDI-P Junimart Girsang membantah tudingan yang menyebut dirinya menyerang bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Tudingan itu setelah Junimart melontarkan informasi ihwal dugaan adanya aliran dana Rp 30 miliar ke komunitas relawan "Teman Ahok" ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Junimart mengatakan, dirinya justru mengawal Ahok agar calon petahana itu tak dikelilingi orang-orang yang memanfaatkan ketidaktahuannya.
"Saya tidak pernah menyerang Ahok. Saya pendukung Ahok, pengawal Ahok," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Namun ia menegaskan dukungan tersebut merupakan dukungan pribadi sebagai anggota DPR dan warga Jakarta. Ia pun menampik tudingan dirinya hanya melontarkan tuduhan dengan membeberkan informasi terkait aliran dana tersebut ke publik.
Menurutnya, hal tersebut bukan lah tudingan melainkan dirinya menjalankan fungsi sebagai anggota dewan. Ia pun mengaku yakin dengan informasi tersebut karena KPK juga telah melakukan pengkajian terhadap informasi tersebut.
"Karena menurut narasumber dan hasil investigasi saya, narasumber ini sudah dimintai keterangan oleh KPK secara non pro justisia bahkan lebih dari sekali," ujar dia.
"Makanya saya tanya KPK, kenapa berhenti? Langsung dijawab Pak Agus, KPK akan terbitkan sprinlidik baru," tutur Anggota Komisi III DPR itu.
Junimart menyebutkan, ada aliran dana sebesar Rp 30 miliar yang mengalir ke Teman Ahok dari perusahaan pengembang reklamasiPantai Utara, Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Junimart dalam rapat kerja Komisi III dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).
"Kami dapat info ada dana pengembang reklamasi sebesar Rp 30 miliar untuk Teman Ahok. Dana tersebut disalurkan lewat Sunny dan Cyrus," kata Junimart di ruang rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu siang.
"Salah satu orangnya Cyrus. Kan dipecat. Kami bilang ke KPK biar ini berkembang," lanjut dia.  Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku memiliki dokumen terkait informasi tersebut. Namun, ia enggan menyebutkan dari mana informasi tersebut didapatkannya.

Hasan Nasbi: Jika Memaksa "Teman Ahok" untuk Diaudit, Partai Juga Harus Siap Diaudit

Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi meminta agar seluruh partai politik yang meminta laporan keuangan relawan "Teman Ahok" diaudit, juga harus bersedia untuk laporan keuangan partainya untuk diperiksa.
Hasan menjelaskan, jika nantinya partai mendesak relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu untuk membuka laporan keuangan, secara adil partai politik yang bersangkutan juga harus bersedia diperiksa laporan keuangan dari kegiatan partainya.
"Harus fair dong, enak banget partai nyuruh Teman Ahok diaudit mereka enggak mau diaudit," ujar Hasan saat ditemui di Graha Pejaten, Jakarta Selatan (22/6/2016). (Baca: Saat "Teman Ahok" Dituding Curang Mantan Relawannya)
Namun, lanjut Hasan, Ahok telah meminta kepadaTeman Ahok untuk menyiapkan laporan keuangan jika mantan Bupati Belitung Timur itu jadi mendaftar melalui jalur independen.
"Ahok pesan kalau nanti didaftarkan ke KPU melalui jalur independen, Teman Ahok harus siap diaudit. Makanya Teman Ahok harus mempersiapkan laporan keuangan yang bisa diaudit," ujar Hasan.
Terkait sikap Ahok yang hingga saat ini belum menyatakan secara resmi untuk maju melalui jalur independen, Hasan menyerahkan semuanya kepada Ahok. Dia tidak ingin dianggap memaksa atau menyandera Ahok untuk memilih jalur yang diinginkan sang petahana.
"Terserah Ahok, apakah ingin maju menggunakan bus (Teman Ahok) yang sudah kami sediakan, atau maju menggunakan mercy(partai politik)," ujar Hasan. (Baca: Hasan Nasbi Sempat Ragukan "Teman Ahok" Bisa Bertahan, tetapi...)

Home